BerandaHukum Dan KriminalInternasionalNasionalPolitikTNI Dan Polri

Berawal dari Tinder, Wanita di Bandung Disekap dan Disiksa hingga Buta

8
×

Berawal dari Tinder, Wanita di Bandung Disekap dan Disiksa hingga Buta

Sebarkan artikel ini
Berawal dari Tinder, Wanita di Bandung Disekap dan Disiksa hingga Buta

BERITA ASPIRASI//www.berita-aspirasi.com

Babak 1: Jebakan Asmara Virtual (Awal 2024)

Semua bermula ketika YTR dan Taufik Hidayat saling mencocokkan profil (matching) di aplikasi kencan Tinder [d9SPlV_ORTHg]. Di awal hubungan, Taufik menampilkan citra pria yang perhatian dan normal. Komunikasi yang intens membuat YTR menaruh kepercayaan penuh hingga akhirnya mereka sepakat untuk menjalin ikatan asmara yang serius.

Namun, setelah beberapa bulan berpacaran, tabiat asli Taufik yang bekerja sebagai debt collector (penagih utang) mulai terlihat. Sifatnya berubah menjadi sangat posesif, cemburu buta, dan temperamental.

Babak 2: Pengisolasian dan Pemutusan Kontak (Mei 2024)

Puncak perubahan perilaku Taufik terjadi pada Mei 2024. Pelaku mulai membatasi ruang gerak YTR secara ekstrem. Taufik menyita paksa telepon genggam dan seluruh kartu identitas korban.

Untuk memutus komunikasi dengan dunia luar, Taufik mengirimkan pesan singkat palsu kepada orang tua YTR menggunakan ponsel korban. Isinya mengeklaim bahwa YTR telah mendapatkan pekerjaan baru di luar kota (Majalengka) dan meminta keluarga untuk tidak mencarinya karena kesibukan kerja. Sejak saat itu, YTR praktis hilang dari jangkauan keluarganya.

Babak 3: Dua Tahun Berpindah Ruang Siksaan (Mei 2024 – Juni 2026)

Selama kurun waktu dua tahun, YTR dijadikan sandera di dalam kamar kos.

Agar aksinya tidak dicurigai oleh warga sekitar, Taufik menerapkan pola hidup nomaden dengan kerap berpindah-pindah sewa kamar kos. Tercatat ada empat wilayah yang dijadikan lokasi penyekapan, yaitu:

1. Kosan di wilayah Rancaekek

2. ⁠Kosan di wilayah Cicaheum

3. ⁠Kosan di wilayah Cilengkrang

4. ⁠Kosan di wilayah Cileunyi

Di setiap lokasi ini, pintu kamar kos selalu dikunci dari luar menggunakan gembok besi setiap kali Taufik pergi bekerja.

Di dalam kamar yang gelap inilah penyiksaan fisik berat terjadi setiap kali Taufik merasa cemburu atau mengalami stres akibat tekanan pekerjaannya di jalanan.

Pelaku memukul mata kiri korban dengan besi dan menghantam mata kanan korban dengan helm hingga kedua mata korban mengalami kebutaan total, serta melakukan kekerasan benda tajam lainnya.

Babak 4: Kecurigaan Tetangga Kost dan Evakuasi Korban (Juni 2026)

Kejahatan yang disembunyikan rapat-rapat ini akhirnya runtuh di lokasi kos terakhirnya di Cileunyi. Warga sekitar dan penghuni kos lainnya mulai menaruh curiga karena sering mendengar suara rintihan pelan dari dalam kamar yang selalu terkunci rapat.

Saat Taufik sedang berada di luar untuk bekerja, warga bersama pemilik kos memutuskan membongkar paksa pintu tersebut. Mereka terkejut menemukan YTR tergeletak di lantai dalam kondisi yang sangat mengenaskan, mengalami luka parah di kepala, gigi rontok, dan kehilangan penglihatan. Korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, sementara pihak keluarga langsung membuat laporan resmi ke Polda Jabar setelah melihat kondisi mengenaskan putri mereka.

Babak 5: Pelarian dan Penangkapan Sang Residivis

Mengetahui aksi kejinya telah terbongkar dan korban sudah diselamatkan, Taufik Hidayat langsung melarikan diri menggunakan sepeda motornya. Polda Jabar langsung membentuk tim khusus untuk memburu pelaku yang statusnya naik menjadi buron utama.

Pelarian Taufik tidak bertahan lama. Berbekal pelacakan sinyal dan informasi masyarakat, polisi berhasil mengendus tempat persembunyian pelaku di sebuah rumah di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Taufik diringkus tanpa perlawanan dan kini menghadapi ancaman jeruji besi minimal 12 tahun penjara, kembali ke habitat asalnya sebagai seorang residivis kambuhan.

 

(AH)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses